Festival Naki Sumo, juga dikenal sebagai “Festival Bayi Menangis” adalah salah satu perayaan yang unik dan menggemaskan dari Jepang yang mencuri hati banyak orang. Di balik keceriaan dan kegembiraan acara ini, tersimpan makna mendalam yang mencerminkan harapan dan kepercayaan masyarakat Jepang terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak mereka.
Asal Usul dan Tradisi:

Festival Naki Sumo berasal dari kuil-kuil di seluruh Jepang yang memperingati peristiwa pada tanggal 25 April. Tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Edo pada abad ke-17. Festival ini melibatkan pertandingan antara bayi-bayi yang berusia sekitar satu tahun, yang berkompetisi dalam panggung sumo.
Menurut tradisi, percaya bahwa menghadapi hantu atau makhluk gaib dapat membawa perlindungan dan kesehatan untuk anak-anak yang baru lahir. Oleh karena itu, festival ini melibatkan pendeta yang berperan sebagai yorishi (pejuang bayangan) dan menakut-nakuti bayi-bayi tersebut dengan menunjukkan wajah-wajah yang menyeramkan untuk memicu tangisan mereka.
Peserta dalam pertandingan sumo bayi biasanya dipilih dari anak-anak yang lahir pada tahun sebelumnya, dan orang tua mereka merasa bangga melihat bayi-bayi mereka berpartisipasi dalam festival ini.
Makna dan Simbolisme:
Festival Naki Sumo mengandung makna dan simbolisme yang mendalam bagi masyarakat Jepang. Tangisan bayi dianggap sebagai tanda kesehatan dan pertumbuhan yang baik, dan pada saat yang sama, mengusir roh-roh jahat yang mungkin mengganggu kehidupan anak-anak tersebut. Orang tua berharap bahwa tangisan bayi mereka selama festival akan membawa mereka perlindungan, kesehatan yang baik, dan kemakmuran dalam hidup.
Selain itu, festival ini juga mencerminkan keyakinan masyarakat Jepang tentang pentingnya keberanian dan ketabahan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Meskipun suasana tegang selama pertandingan, orang tua dan peserta berbagi momen kegembiraan dan bangga ketika bayi-bayi mereka bersedia berpartisipasi dan berani menghadapi hantu-hantu yang menakutkan.
Acara Festival:
Festival Naki Sumo biasanya dimulai dengan ritual suci di kuil, di mana pendeta berdoa untuk kesehatan dan keselamatan bayi-bayi yang akan berpartisipasi. Setelah itu, pertandingan sumo bayi dimulai, dengan para peserta berusaha untuk menangkap perhatian dan menakut-nakuti bayi-bayi agar mereka menangis.
Selain pertandingan sumo, festival ini juga menampilkan berbagai hiburan dan perayaan, termasuk tarian tradisional, musik, dan atraksi untuk keluarga dan pengunjung lainnya. Makanan khas festival juga dapat dinikmati, yang menambah suasana meriah dalam acara tersebut.
Daya Tarik Wisatawan:
Festival Naki Sumo telah menarik perhatian banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia. Karakter unik festival ini dan kegembiraan acara tersebut membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para petualang dan peminat budaya Jepang.
Wisatawan dapat menyaksikan momen menggemaskan ketika bayi-bayi berpartisipasi dengan penuh semangat dalam pertandingan sumo, dan merasakan suasana sukacita dan kegembiraan yang menyelubungi festival ini. Jika berkesempatan, para pengunjung juga dapat berinteraksi dengan orang tua dan peserta festival, memahami makna dan kepercayaan yang melekat dalam perayaan ini.
Penutup:

Festival Naki Sumo adalah perayaan yang menggemaskan dan penuh makna dari Jepang yang mencerminkan harapan dan kepercayaan masyarakatnya terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak mereka.
Festival ini menunjukkan bagaimana budaya Jepang menghargai dan merayakan momen kecil dalam kehidupan, sekaligus mengajarkan pentingnya keberanian dan ketabahan dalam menghadapi tantangan.
Dengan suasana ceria dan kegembiraan yang menyelimuti acara ini, Festival Naki Sumo menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang ingin merasakan keunikan budaya Jepang. Mari bergabunglah dalam perayaan yang mengharukan ini dan merayakan kehidupan serta keberanian anak-anak muda dalam Festival Naki Sumo!
*Gambar: japanistry